Kenapa ya saya kalau menyimak berita di TV selalu selalu setengah-setengah. Itu pula yang terjadi ketika menyimak berita tentang tertangkapnya kembali seorang artis senior Roy Martin yang tersandung kasus Narkoba shabu-shabu untuk yang kedua kalinya oleh aparat kepolisian di Surabaya.
Diberita tersebut sekilas saya mendengar pernyataan dari seorang anaknya bahwa ayahnya itu sedang melakukan pengobatan. Pengobatan ini yang saya tangkap adalah pengobatan dengan metode memberikan shabu-shabu kepada pecandu tersebut dengan takaran yang terus menerus dikurangi hingga akhirnya tidak menggunakan sama sekali. Mengherankan sekali....!! Ingin rasanya memutar kembali tayangan tersebut untuk memastikan kebenarannya.
Saya tidak tahu pasti, apakah benar adanya metode pengobatan ini terhadap pencandu narkoba shabu-shabu, yang metodenya sama seperti pada pecandu rokok yaitu mengurangi secara bertahap penggunaan rokok. Misalnya dalam satu hari seseorang merokok sebanyak satu bungkus, hari berikutnya setengah bungkus, terus..terus..dikurangi hingga akhirnya tidak merokok sama sekali. Apakah metode ini juga bisa diterapkan pada pecandu shabu-shabu? Menurut saya tidak ya..., karena efek ketagihan shabu itu berbeda dengan rokok. Shabu menimbulkan efek halusinasi sementara rokok tidak walaupun dikonsumsi secara berlebihan. Dari halusinasi tesebut menghasilkan sensasi yang luar biasa yang bisa membuat ketagihan pada penggunanya. Jadi metode tersebut diatas tidak bisa diterapkan karena penggunaan sekecil apa pun akan terus menerus menimbulkan ketagihan. Yang jelas diperlukan keinginan yang teguh dan kebulatan tekad untuk bisa berhenti menggunakan Narkoba disertai dukungan dan do'a dari orang-orang tercinta. HINDARI DAN JAUHI NARKOBA....!!!